Masalah Keluarga

TIPS UNTUK ANAK YANG KECANDUAN GAGET

02 Apr 2026 5 menit baca 3 views
TIPS UNTUK ANAK YANG KECANDUAN GAGET

Orangtua tidak bisa diam dan tidak bisa menyerah kalah dengan tantangan gadget yang sedemikian besarnya. QS. An-Nisa: 9

Orangtua tidak bisa diam dan tidak bisa menyerah kalah dengan tantangan gadget yang sedemikian besarnya.

QS. An-Nisa: 9

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (nasib) mereka..."

Ayat ini mengajak orang tua untuk berpikir jauh ke depan dan tidak lalai dalam membentuk generasi yang kuat secara iman dan akhlak. Segala macam Upaya terbaik, pengorbanan yang maksimal, harus diupayakan orangtua dalam hal menghindarkan bahaya  gadget ini bagi anak.

Yang sekarang harus kita lakukan adalah bagaimana kita sebagai manusia bisa menguasai gadget ini, yaitu dengan memanfaatkan sisi positifnya dan menghindarkan dampak negatifnya. Juga bagaimana kita mampu mempergunakan gadget itu untuk menambah manfaat dalam kehidupan kita, memberikan keuntungan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Maka, solusinya Adalah dengan melakukan manajemen gadget yang baik.

Berikut adalah cara untuk membangun manajemen gadget yang baik bagi anak ,antara lain:

1. Bangun Pertahanan Intrinsik Anak dengan Benteng Keimanan

    Pertahanan intrinsik, adalah pertahanan diri yang muncul dari dalam diri anaksendiri, berupa kesadaran untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk bagidirinya sendiri. Inilah salah satu kriteria telah berkembangnya kedewasaan mental padadiri anak. Mereka yang telah mampu memiliki pertahanan intrinsik menghadapiberbagai tantangan yang menghadang, maka mereka akan lebih mudah untuk bisamelewati tantangan-tantangan tersebut dengan baik.

    Pertahanan intrinsik yang ingin ditumbuhkan ini, yang terbaik dan paling efektifadalah diupayakan dengan cara memelihara dan meningkatkan keimanan anak.  Denganmenumbuhkan kecintaan dan ketaatan anak kepada Allah SWT, sehingga dalamberbuat seagala sesuatu mereka akan teringat bahwa mereka diawasi Allah kapanpundan dimanapun, sehingga menumbuhkan rasa takut untuk berbuat kesalahan.

        Firman Allah dalam QS. Qaf: 16

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."

Ayat ini menegaskan bahwa Allah mengetahui isi hati manusia, bahkan yang paling tersembunyi sekalipun. Dengan memahamkan ayat ini kepada anak, mereka akan lebih mampu menjaga perilakunya, karena yakin bahwa Allah SWT pasti mengetahui setiap gerak hati yang sempat terbersit sekalipun.

QS. Al-Hadid: 4

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini menanamkan keyakinan bahwa Allah selalu menyertai dan melihat kita di mana pun berada. Ini akan membuat anak lebih berhati-hati dimanapun ia berada, dan selalu menghindarkan diri dari hal-hal negative karenanya.

         Surat Al-Anfal (8): 60


وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ.

.
"Dan siapkanlah apa saja kekuatan yang kamu sanggupi untuk menghadapi musuh Allah..." (QS. Al-Anfal: 60)

 

Ayat ini dianalogikan sebagai persiapan mental (iman) dan kontrol diri anak agar dapat mengendalikan godaan gadget, yang dianalogikan seperti musuh Allah.

Anak-anak yang telah berhasil ditumbuhkan keimanannya, mereka merasa dekat dansenang dengan segala sesuatu yang mendekat kepada Allah. Mereka suka ke masjid, mereka senang berlama-lama dengan alquran, mereka menikmati kegiatan mengaji di masjid, dan itu semua akan emnumbuhkan kecenderungannya untuk mencintaikebaikan.

Sebaliknya mereka yang tidaak suka ke masjid dan selalu menolah diajak beribadah, mereka merasa jauh dari kebaikan, merasa tidak nyaman berkumpul dengan orang-orang baik, dan itu akan mengakibatkan mereka lebih memiliki kecenderungan untuk lebih mudah diajak ke keburukan. Nah, inilah yang menyebabkan mengapa perlu sekaliorangtua mengutamakan untuk membangun benteng keimnan anak ini.

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ...

"Dan siapkanlah apa saja kekuatan yang kamu sanggupi untuk menghadapi musuh Allah..." (QS. Al-Anfal: 60)

    Sementara itu, proses munculnya pertahanan intrinsik dalam diri setiap anak akanmemerlukan waktu yang cukup panjang dengan disertai proses yang tidak mudah. Bisajadi akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkannya, dan itu pun membutuhkan bnatuan dan dukungan intensif dari orangtua dan keluuarga dalam proses mendapatkannya. Beberapa hal yang bisa dididikkan oleh orangtua adalah :

a. Penanaman nilai Aqidah dalam keseharian

Anak-anak tidak membutuhkan  nasehat berkepanjangan maupun sederet dalil yang relevan. Mereka hanya butuh pengalaman yang menyentuh hati nurani, dan membekasdalam jiwanya. Maka orangtua harus pandai melibatkan segala sesuatu kejadian yang dialami anak dengan keMaha Besaran Allah SWT.

   Di saat anak kecewa karena nilai pelajarannya tidak sebagus teman-temannya, padahal ia sudah belajar keras sebelumnya, maka orangtua bisa menghiburnya, “Tidakperlu kecewa, karena Allah tidak semata melihat hasil. Yang Allah nilai adalahusahamu belajar. Kamu sudah belajar dengan baik, maka Allah pasti mencintaimu.Kerjakan saja apa-apa yang membuat Allah akan mencintaimu, ya….Bapak juga akanberikan kamu hadiah karena belajarmu yang giat itu”

b. Pembiasaan ibadah

    Jadwalkan pembiasaan ibadah yang teratur, disesuaikan dengan usia anak, hinggaanak terbiasa dan merasa ringan untuk melakukannya. Ini akan lebih memudahkanmunculnya rasa cinta dan senang terhadap ritual ibadah tersebut. Semisal untuk anak-anak usia 5 tahun ke bawah, boleh dilatih untuk membiasakan shalat walaupun baru 2 atau 3 kali dalam sehari.  Untuk yang berusia 5 hingga 7 tahun, sudah bisa ditingkatkanmenuju pembiasaan shalat 5 kali setiap harinya. Dan di atas 7 tahun, selain pembiasanshalat wajib 5 waktu, bisa mulai dibiasakan juga agar mereka selalu melaksanakannyadi awal waktu.

c. Dialog dan diskusi keimanan

    Dialog dan diskusi keimanan tidak harus dilakukan dalam suasana formal, namunsebaiknya justru dalam suasana akrab dan diselingi canda, namun tetap serius danterarah pembicaraannya. Bisa juga dijadwal khusus dalam halaqah keluarga untukmendiskusikan materi2 yang penting dan butuh transformasi keilmuan.

    Untuk anak-anak yang sudah mulai bisa diajak dialog, di sekitar usia 6 atau 7 tahun, bisa diajak diskusi mengenai ayat-ayat pilihan dalam alquran. Bisa pula membahasayat-ayat tersebut dari sisi saintis. Ini akan semakin menumbuhkan kecintaan anakkepada alquran.

d. Kreatifitas kegiatan religius.

    Kreatifitas ibadah bisa dilakukan hanya sebatas dari sisi pensuasanaan ataupun teknispengaturannya saja, bukan dalam hal syariah ibadahnya. Semisal orangtua bisamengajak anak-anak untuk sesekali melaksanakan shalat berjamaah di tempat-tempatyang berbeda, seperti di berbagai masjid yang indah dan menarik, bisa juga di pantaisaat berlibur bersama keluarga ke pantai, dan sebagainya. Suasana ibadah yang berbeda-beda, unik dan kreatif ini bisa membuat anak lebih cepat untuk bisa mencintaiiabdah tersebut.

    Kreatifitas ini perlu diupayakan, mengingat  rutinitas ibadah ini harus dilakukananak-anak secara rutin dan terus menerus, yang berpotensi menimbulkan kebosanandan rasa tidak suka mereka. Dengan menciptakan suasana ibadah yang menyenangkan, maka akan lebih mempercepat meningkatnya keimanan anak, sehingga pada akhirnyamereka akan lebih mudah untuk dididik dan taat kepada orangtuanya dalam menujukebaikan.